Ammossi, Gelang Etnik Buat para Traveler - Galeri Aksesoris Kulit

Ammossi, Gelang Etnik Buat para Traveler

1 tahun yang lalu      Informasi

Dengan menentukan tema besar dari produknya, Ammossi bisa mengembangkan strategi bisnis secara terarah. Bahkan dengan menjadi menjadi sponsor sebuah film pendek yang bertema petualang.

Lebih dari sekedar pelengkap penampilan, aksesori bisa jadi bagian dari identitas seorang. Ini juga yang dirasakan Ecky Anugrah dari Ammossi. Ecky yang hobi traveling sering wara-wiri ke berbagai toko perlengkapan outdoor. Ia kerap mencari aksesoris untuk gayanya sehari-hari, namun rasanya tak ada yang sesuai dengan karakternya. “Ada beberapa gelang, bahannya kebanyakan dari paracord. Menurut saya itu sudah terlalu umum dan mainstream. Di situ muncul ide untuk membuat gelang outdoor dari kerajinan kulit,” ujar pria kelahiran Jakarta 1 Mei 1992 ini.

Pada akhir 2014, idenya pun mulai diwujudkan. Di tengah pekerjaannya dalam tim training development di sebuah perusahaan aksesori gadget, Ecky kerap mencuri waktu saat senggang. Sekira 6 bulan berjalan, ia mulai merasa kurang bisa ‘bergerak’ lantaran harus membagi waktu antara Ammossi dan pekerjaannya. “Sudah mulai masuk zona abu-abu saat itu, saya harus ambil keputusan. Hitam atau putih. Akhirnya saya beranikan diri untuk usaha saja. Karena udah test market dan itu menurut saya sudah cukup untuk memulai usaha,” ungkapnya. Pada 2015 ia pun memutuskan untuk resign dari pekerjaannya untuk fokus mengembangkan Ammossi.

Indonesia Banget!

Proses penciptaan gelang di Ammossi tidak sembarang dilakukan. Ecky mengaku sebagian besar produknya diawali dengan pembuatan sketsa terlebih dahulu. Selanjutnya trial and error penyulaman gelang dilakukan, sampai akhirnya ditemukan model yang dirasa sesuai. Setidaknya waktu yang dibutuhkan untuk trial and error hingga peluncuran produk adalah sekitar 1-2 bulan. Setelah itu barulah dicari tema dari seri produknya. Sesuai dengan ‘jiwa’ dari brand Ammossi sendiri, kebanyakan nama dari produknya diangkat dari daerah di Indonesia. Salah satu seri yang pernah yang diluncurkan diantaranya Explore Mountain, yang diberi nama dari gunung-gunung yang jarang dijamah di Tanah Air.

Tak ingin produknya disamakan dengan gelang yang lain, Ecky harus mencari sesuatu yang membedakannya. Setelah putar otak, ia pun memilih sabut kelapa untuk menambah elemen etnik pada kemasannya. “Saya lihat kalau jualan gelang sekedar gelang, mereka bisa jual Rp5.000 sampai Rp10.000. Akhirnya saya pilih pakai sabut kelapa. Selain bagus,itu juga nggak bikin lembap,” ujarnya.

Tak sampai di situ saja cara Ecky memperkuat sisi khas Indonesia pada produknya. Sejatinya, nama Ammossi sendiri diambil dari sebuah upacara adat di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ammossi merupakan proses penetapan dan pemberian pusat pada pertengahan lunas perahu. Pada akhir upacara ini, warga masyarakat bersama-sama menarik perahu tersebut ke laut. “Mungkin bisa dikatakan seperti simbol pemotongan tali pusar bayi yang baru lahir,” sambung Ecky.

Kolaborasi atau mati

Di era ekonomi kreatif seperti saat ini, kolaborasi memang sangat penting untuk dilakukan. Ini juga dilakukan Ammossi dengan cara mensupport pembuatan sebuah film dokumenter yang bercerita tentang pendakian 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia, berjudul Aksa 7. Lebih lanjut Ecky bercerita bahwa ia juga berencana untuk kolaborasi untuk mengangkat keindahan taman nasional di Indonesia. “Memang yang paling menyenangkan kalau saya bisa jelasin ke orang bahwa produk ini punya cerita di baliknya. Setiap produk harus bener-bener kental ceritanya, jadi orang nggak sekedar beli produk aja.”

Di tahun ketiganya ini, rata-rata dalam sebulan Ammossi menghasilkan hingga 2000 gelang. Dari segi pengerjaan, Ecky kini lebih banyak berperan di bagian kreatif dan penjualan. Sementara produksi dilakukan oleh dua orang pengrajin, dan istrinya di bagian finance. Produk-produk Ammossi bisa dibeli di sekitar 60 toko outdoor di seluruh Indonesia. Sementara untuk pemasaran secara online, salah satunya bisa dijumpai di Galeri Aksesoris Kulit. Satu buah gelangnya dihargai Rp 60.000 hingga Rp 120.000. Dalam sebulan, rata-rata omzet yang dicapai adalah sekitar Rp 30 juta.

Ke depannya, ia ingin mengembangkan Ammossi menjadi brand yang bisa memenuhi segala kebutuhan traveler di Indonesia. Ecky juga tengah mendaftarkan mereknya ke HAKI. “Inginnya begitu orang ingat etnik, ingatnya Ammossi. Kami juga ingin jadi brand leader dalam ranah etnik apa pun itu produknya,” tutup Ecky.

By : Qlapa Team




Komentar Artikel "Ammossi, Gelang Etnik Buat para Traveler"